Bandung, UPI

Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa dan tak terhingga kepada Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., MCE., dan kawan-kawan. Apa yang telah ditorehkan pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021 pada Kategori Perguruan Tinggi Negeri, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dinobatkan sebagai Badan Publik Informatif dengan skor 91,57.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA., dalam sesi wawancara usai menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. K.H.Ma’ruf Amin dalam acara yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KIP) secara daring pada Selasa, (26/10/2021).

Ditegaskannya,”Ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi UPI, karena ini merupakan tahun pertama UPI mendapatkan predikat tertinggi yaitu informatif. UPI sebelumnya hanya memperoleh kategori cukup informatif. Semua unit kerja diharapkan berkomitmen untuk bergerak, mendukung serta meningkatkan kinerjanya dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik. Bersama kita bisa dan bersama kita mampu.”

Ini merupakan prestasi yang sangat bagus, prestasi yang sangat gemilang dan biasanya mempertahankan prestasi yang sudah dicapai itu sulit, ujarnya. Oleh karena itu, saya berharap jajaran tim Humas UPI sejak sekarang langsung berbenah dan mempersiapkan kembali untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.

“Diharapkan, di tahun-tahun ke depan dengan kebersamaan seluruh elemen sivitas akademika UPI turut mendukung gerakan keterbukaan informasi badan publik, Humas UPI sebagai penggeraknya. Dengan demikian, kita mampu mendapatkan hasil terbaik,” harapnya.

Secara operasional Humas UPI mengetahui apa-apa yang harus dipersiapkan dan diperbaiki. Pimpinan universitas akan mendorong unit-unit lain untuk lebih terbuka lagi, karena ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban atau akuntabilitas UPI terhadap publik, yang terus kita bangun dan jaga.

Dikatakannya,”Atas raihan prestasi kategori informatif dalam Penganugerahaan Keterbukaan Informasi Badan Publik yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KIP), UPI harus bisa untuk mempertanggungjawabkannya. UPI wajib mempublikasikan informasi yang memang yang layak dipublikasikan kecuali informasi yang dikecualikan.”

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Humas UPI Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., MCE., menjelaskan proses pencapaian prestasinya. Diungkapkannya,”ada beberapa hambatan yang dihadapi oleh Humas UPI. Hambatan yang dimaksud adalah hal yang behubungan dengan score interval. Kita tidak tahu dan tidak bisa meneropong sistem penilaiannya sehingga kita harus mengupayakan perbaikan di semua lini indikator penilaian. Contoh dari segi komitmen lembaga. Alhamdulillah, Rektor UPI memiliki komitmen yang kuat sehingga skor-nya naik. Alhamdulillah ini sudah teratasi.”

Hambatan berikutnya adalah keterbatasan ketersediaan data-data, terangnya, seperti data laporan ataupun data informasi lainnya yang mendukung penilaian. Masih ada sebagian data yang dibutuhkan belum tersampaikan ke PPID UPI melalui ULT pada proses monitoring dan evaluasi, sehingga skor-nya tidak optimal.

“Diperlukannya kesadaran saling menghormati tupoksi jangan melihat struktur organisasi. Hal lainnya adalah persoalan infrastruktur, ini akan menantang sebuah inovasi atau sebaliknya inovasi yang lemah menyebabkan infrastruktur tidak optimal dipergunakan,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, lanjutnya, diharapkan tidak ada lagi dualisme perspektif yang bertolak belakang. Perspektifnya adalah pengembangan sistem mutu SDM, infrastruktur, perluasan networking, dan payung hukum struktur organisasi yang memberikan keleluasaan eksistensi yang lebih luas, sehingga bisa lebih produktif dan inovatif.

Ditegaskannya,”Hal yang tidak boleh dilupakan adalah faktor kebersamaan, kooperatif, kemitraan, kolaboratif, dan yakin hal tersebut dapat mengalahkan pesaing-pesaing. Berani menyampaikan ide-ide baru, jangan sampai ide baru tersebut terwujud di ranah lokal. Humas UPI sudah membuka jejaring seperti ke media massa, bermitra dengan wartawan, mengikuti even-even yang mempertemukan dengan kompetitor. Perkuat loyalitas dan integritas seperti arahan Pak Rektor, sekecil apapun.”

Adapun usaha konkrit Humas UPI untuk mempersiapkan di tahun-tahun berikutnya adalah dengan memperbanyak riset pengembangan, ungkapnya. Fokus pada penciptaan produk layanan kehumasan di semua bidang, seperti podcast, jurnalime, publikasi, televisi, aplikasi dan layanan legalisir digital serta layanan pembelajaran jarak jauh, juga layanan digital lainnya.

“Humas UPI akan menyapa publik lebih luas melalui kemitraan dengan perusahaan-perusahaan untuk membangun isdustri komunikasi. Kita juga akan membangun kapasitas SDM,” pungkasnya. (dodiangga)

Sumber: Berita UPI

Leave a Comment